Rabu, 07 Januari 2009

artikel politik : Ancaman terputusnya regenerasi petani kita

Ancaman terputusnya regenerasi petani kita

Indonesia pernah menorehkan prestasi luar biasa dengan berswasembada beras. Pada waktu itu harga beras cukup terjangkau bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Bahkan Indonesia sempat mengekspor berasnya keluar negri.
Tetapi kini harga beras tidak stabil dan cenderung mahal. Bahkan bagi beberapa lapisan masyarakat sudah tak mampu lagi mengkonsumsinya. Pemerintah boleh berkata tahun ini Indonesia berswasembada pangan, tetapi kenyataan dilapangan berbicara lain. Kasus-kasus balita kurang gizi hingga busung lapar telah terjadi diberbagai daerah.
Ini semua seakan kontras dengan sebutan Indonesia sebagai negara agraris. Kata-kata seperti: kolam susu, gemah ripah loh jinawi, dan lumbung padi tampaknya perlu dikaji lebih teliti lagi.

Membongkar Mitos
Istilah gemah ripah loh jinawi, kolam susu, lumbung padi dan semacamnya seakan telah melekat pada benak masyarakat. Masyarakat begitu yakin akan kata-kata tersebut dan begitu percaya bahwa tanah Indonesia yang subur akan berpotensi menjamin ketersediaan pangan.
Padahal potensi hanyalah sekedar potensi jika tidak didayagunakan. Masyarakat seakan dinina-bobokan dengan sebutan-sebutan seperti itu. Masyarakat seakan lupa bahwa kenyataan dilapangan tidak seindah kata-kata indah yang cenderung memberikan fatamorgana.
Memang dari berbagai data menunjukkan Indonesia memiliki SDA yang cukup kaya. Indonesia berada didaerah tropis dengan curah hujan tinggi sehingga memiliki tanah yang subur untuk pertanian. Tetapi sayangnya jumlah petani kita semakin lama semakin sedikit. Begitupula lahan pertanian kita.
Data menunjukkan jika semakin lama jumlah petani kian berkurang. Ini karena hampir tidak ada regenerasi. Dapat kita lihat sangat sedikit kaum muda yang mau terjun kedunia pertanian, apalagi menjadi petani. Mereka lebih suka berurbanisasi kekota atau menjadi TKI

Meningkatkan Kesejahteraan Petani
Masyarakat pasti memilih pekerjaan yang memiliki prospek yang cerah bagi dirinya. Dan sayangnya petani telah dinilai sebagai profesi yang tak cukup menjanjikan bagi masyarakat. Sehingga jumlah orang yang turun kedunia pertanian semakin berkurang. Hal ini dapat dipahami karena secara umum banyak petani yang hidup dibawah garis kemiskinan.
Untuk itulah perbaikan kesejahteraan petani mutlak dilakukan. Seperti kita tahu petani Indonesia seakan berjuang sendirian menghadapi kerasnya hidup dan tekanan ekonomi. Padahal Bung Karno pernah berkata jika petani adalah sokoguru Negara. Akankah kita membiarkan sokoguru-sokoguru negara tertindas oleh ganasnya mekanisme pasar.
Penetapan harga jual gabah oleh peerintah sudah cukup baik. Tapi sayangnya dilapangan hal ini tak berjalan maksimal. Banyak petani ang terpaksa menjual ketengkulak karena berbagai hal. Mulai dari sulitnya akses ke pemerintah hingga karena telah terikat perjanjian sebelumnya dengan para tengkulak. Sudah bukan rahasia lagi jika petani kita terpaksa meminjam uang pada para cukong dengan jaminan hasil panen mereka.
Yang mendesak perlu dilakukan adalah pemberian pinjaman atau bahkan hibah pada petani dalam bentuk pupuk,alat-alat pertanian, benih dan lain-lain. Ini dapat melalui bank-bank pemerintah ataupun birokrasi daerah dengan pengawasan ketat tentunya.
Selain itu modernisasi alat-alat pertanian kita perbaikan sistem tanam dan sistem irigasi harus pula diperhatikan. Karena sebagian besar model pertanian kita masih memakai alat-alat konvensional yang menyebabkan hasil produksi tidak maksimal. Jika perlu pemerintah dapat mengimpor alat-alat pertanian moderen dan meminjamkannya secara kolektiv kepada para petani.
Pemerintah juga wajib melindungi tanah-tanah petani. Jangan sampai mengorbankan tanah yang berpotensi menghasilkan pangan dengan perumahan, mall, atau proyek-proyek yang mubazir lainnya yang tidak efisien. Hal ini mendesak dilakukan mengingat banyak lahan pertanian yang telah beralih fungsi.
Penyuluhan-penyuluhan pertanian harus digalakkan kembali. Rencana pemerintah agar terdapat satu penyuluh pada satu desa cukup baik. Tapi sayang minat mahasiswa pada pertanian sangat memprihatinkan. Banyak kursi fakultas pertanian kosong kekurangan peminat. Ini adalah pekerjaan rumah bagi kita semua. Jika orang melihat bahwa pertanian memiliki prospek yang bagus, maka akan banyak orang meliriknya.
Jika perlu pemerintah harus menyediakan sarana pendidikan dan kesehatan yang terjangkau bagi keluarga petani. Karena masih banyak keluarga petani yang masih rendah tingkat pendidikannya dan belum terjangkau sarana kesehatan. Ini adalah salah satu langkah penting dalam mensejahterakan petani.
Jika segla kemudahan dan bantuan itu disediakan, maka niscaya nasib petani kita akan jauh lebih baik. Sehingga diharapkan akan mampu mendongkrak produksi pangan kita.
Tetapi jika kita terus membiarkan petani kita berjuang sendirian ditengah tekanan ekonomi yang semakin berat, bukan tidak mungkin kita akan semakin tergantung pada impor pangan. Padahal sektor pertanian mempunyai potensi yang luar biasa dalam mendongkrak perekonomian nasional. Sampai-sampai M. Natsir pernah menulis jika pangkal kemakmuran Indonesia adalah pertanian kita.
Industrialisasi memang baik. Selain mampu menyerap tenaga kerja, juga dapat meningkatkan pendapatan Negara dari sektor pajak.
Walau begitu jangan kita lupakan sektor pertanian kita. Karena selain juga mampu menyerap tenaga kerja, dapat sebagai benteng ketahanan pangan, bahkan sebagai komoditi ekspor andalan bangsa. Maka tak salah jika setiap REPELITA, pemerintah orba selalu menjadikan pertanian sebagai fokus.
Dibeberapa Negara, pemerintah betul-betul menunjukkan peran aktif membangun pertaniannya. RRC baru-baru ini meyediakan fasilitas perumahan, pendidikan bahkan mobil bagi petaninya. Bahkan sejak setelah Revolusi, Kuba mengangkat semua petaninya menjadi pegawai negri.
Persoalan pertanian adalah persoalan kita semua, bukan hanya pemerintah. Melalui iklan, salah satu tokoh mengajak kita untuk mencintai produk dalam negri, terutama produk pertanian. Ini sangat baik, karena selain membantu dari segi ekonomi, juga para petani kita merasa dihargai hasil kerjanya.
Jika para petani telah memiliki tingkat kesejahteraan yang baik, maka tak perlu khawatir akan terputusnya regenerasi petani kita. Karena lambat laun para angkatan kerja akan melirik bidang pertanian.
Jangan sampai kita lupakan jasa petani kita. Kepedulian terhadap sector ini harus ditanamkan kepada setiap lapisan masyarakat. Jika tidak maka ancaman terhadap terputusnya regenerasi petani kita akan semakin nyata. Dan itu berarti, Indonesia akan masuk dalam pusaran krisis pangan yang menakutkan.




Magelang, 1 Oktober 2008
Guritno Adi untuk Indonesia

artikel politik

Kemerdekaan, Kedaulatan dan Anak Muda

Apa artinya kemerdekaan tanpa kedaulatan? Itu sama saja seperti naik sepeda tanpa roda, seperti minum dengan gelas kosong. Itu hanyalah fatamorgana yang memang lebih baik dari penjajahan tapi masih jauh dari cita-cita kita. Kemerdekaan yang dilandasi tanpa kedaulatan adalah kemerdekaan yang belum merdeka. Hanyalah sebuah jembatan yang belum jadi, walau terbuat dari emas murni. Karena kemerdekaan tanpa kedaulatan adalah kosong belaka.

Sedang bagaimana jika kedaulatan tanpa kemerdekaan. Walau itu lebih baik, tapi tetap belum semprna. Itu bagaikan makan nasi goreng yang belum digoreng. Bagaikan banteng yang besar dan gagah perkasa, tapi salah satu kakinya masih tertambat oleh rantai baja yang membelenggunya. Memang pada kenyataanya ia adalah berdaulat, tapi tetap saja ia adalah insan yang belum merdeka.

Kemerdekaan harus diiringi dengan kedaulatan. Begitu pula sebaliknya, kedaulatan harus dibarengi dengan kemerdekaan. Jadilah manusia seutuhnya, yang merdeka lagi berdaulat.

Jikalau kita memang telah merdeka, maka sepatutnyalah kita berdaulat. Tapi apa ayal, kemerdekaan kita ternyata belum berisi kedaulatan. Indonesia sudah merdeka 63 tahun yang lalu, tak ada yang dapat menyangkal hal itu. Bahkan para pemikir, pemimpin, dan tokoh agamapun akan dianggap pembohong dan lagi bodoh jika menyangkalnya. Tapi apakah kita sudah berdaulat? Orang gilapun tahu kita bukan bangsa yang berdaulat penuh. Setidaknya belum. Kedaulatan bukan diraih dalam satu malam, atau satu ucapan mantra. Sama seperti kemerdekaan, kedaulatan harus diraih dengan waktu yang cukup melelahkan dan kerja keras yang tak terukur capeknya.

Setelah kita merdeka, generasi pejuang seakan turun drastis, bukan hanya dalam kuantitas, tapi juga kualitas. Perjuangan super heroik yang luar biasa dan melegenda, seakan tak ada penerusnya lagi. Sehingga memang kita telah merdeka tapi belum berdaulat.

Kita masih harus impor jika kita ingin makan dan berpakaian. Kita harus keluar negri jika kita ingin sembuh. Kita harus mendapat persetujuan negara asing jika ingin memiliki undang-undang sendiri.

Inilah bukti bahwa kita belum merdeka. Pembodohan disana-sini, penindasan setiap hari seakan menjadi makanan wajib kita. Yang kuat membungkam yang lemah yang berkuasa menginjak yang tak empunya kuasa, adalah tontonan sehari-hari kita. Lalu apa gunanya kita punya itu Undang-Undang Dasar. Apapula itu ideologi jika hanya jadi pemanis ruangan saja?

Pembodohan dan penindasan dimasa pra kemerdekaan dilakukan oleh para penjahat asing dengan cara-cara keji lagi biadab. Tapi penyelewengan dan perusakan paska kemerdekaan justru dilakukan oleh para pemegang amanat negri sendiri, dengan bengis lagi amoral. Dan yang lain hanya diam, cari selamat. Syukur-syukur juga kecipratan hasil korupsi.

Para pemuda dan generasi masa depan harus segera mengambil alih kontrol dan amanat. Tegakan kedaulatan bangsa. Busungkan dada dan mantapkan langkah bak pahlawan menuju medan laga. Jangan takut dengan ucapan-ucapan kualat atau hukum karma. Ini jamannya pentium empat jamanya logika sehat. Persetan dengan inggah-inggih, jika hanya dijadikan kedok generasi bangkotan agar terus berkuasa. Buat revolusi kita sendiri.

Tapi sayangnya kita justru terseret arus. Hedonisme lewat kotak terkutuk bernama televisi telah mereduksi otak kita demikian bodohnya. Markonipun tak akan menciptakan benda itu jika tahu akan digunakan oleh para kapitalis industri untuk menjadi alat pencetak uang dan pencetak generasi nol yang dungu lagi pemalas.

Kita terjebak gaya hidup yang semu, yang hura-hura dan penuh kesia-siaan. Kedaulatan harus segera ditegakkan. Tapi bagaimana bisa jika tubuh kita hanya melenggak-lenggok didalam ruangan yang remang-remang dan penuh dengan alunan musik bodoh yang tak bernada. Bagaimana bisa kita mengajak untuk menegakkan kedaulatan jika otak kita tak lebih dari kumpulan memori tentang bokep dan filem-filem murahan?

Kita tak akan bisa merebut kedaulatan jika kita masih sibuk memikirkan perbedaan yang ada. Kita tak akan pernah berdaulat jika kita masih menghamba pada itu partai-partai tak berguna. Bukan rahasia lagi jika partai-partai,yang hanya muncul lima tahun sekali, hanya sibuk memikirkan isi piring mereka sendiri. Kumpulkan kekuatan dengan berlandaskan bahwa kita ini Indonesia, bukan karena kita merah, hijau, apalagi kuning.

Kaum muda punya peluang besar untuk memimpin tapi peluang itu hanya tinggal kenangan jika kita sendiri larut dalam hiruk pikuk konsumerisme. Gerakan kita bakal jadi macan ompong, yang akhirnya berakhir sebagai hiasan dinding.

Bung Karno belum berusia tiga puluh tahun untuk berjuang dalam Marhaenisme. Fidel dan Raul Castro belum putih rambutnya ketika merebut Kuba dari diktator Baptista sang anjing Amerika. Dan yang lebih hebat lagi, Alfa Edison belum genap tiga windu hidup dibumi ketika meluncurkan penemuan pertamanya.

Umur bukan berapa lama kita tinggal di bumi, tapi tentang situasi kedewasaan kita. Usia muda adalah saat yang tepat untuk bermilitansi ria. Tentunya dengan pimpinan hikmat kebijaksanaan. Menegakkan kedaulatan adalah sebuah jalan panjang yang teramat jauh antara awal dan akhirnya, tapi bukankah perjalanan ribuan kilometer diawali dengan satu langkah.

Perjuangan tiada akhir, apalagi takut, perlu kita tunjukkan. Bukan saatnya lagi beromong-kosong lewat debat tiada mutu dan guna. Apalagi karena bendera partai. Saatnya berjuang untuk Indonesia. Bukan lagi untuk merah, hijau apalagi kuning. Saatnya tindakan nyata, walaupun sederhana. Bukankah lebih baik sepiring ketela rebus dalam kenyataan daripada daging sapi tapi cuma dalam impian.

Kedaulatan dan kemerdekaan, harus dipaksa untuk mau dikawinkan. Bahkan kalau perlu dengan sedikit luka ditubuh. Gerakan dan liga-liga, serta forum-forum atau apapun namanya harus segera bersatu. Karena Indonesia itu satu.

Persetan dengan itu hedonisme apalagi konsumerisme. Kaum muda revolusioner harus mau melawannya. Jika itu sudah merasuk, maka tanggalkan lalu tinggalkan. Jika kita belum bisa membersihkan diri dari gaya hidup boros serta tak berguna itu, kedaulatan hanyalah sebuah bayang-bayang yang sampai kiamatpun tak akan kita raih.

Sekarang saatnya kaum muda memimpin,

Indonesia milik anak muda!

Magelang,17 September 2008

artikel politik

refleksi tentang kaum hedonis indonesia

Perkembangan umat manusia telah sampai pada tahap yang luar biasa. Penemua-penemuan tak lagi dalam hitungan tahun, tetapi sudah dalam tatanan menit. Peradaban-peradaban baru bermunculan silih berganti, mengikuti laju zaman. Tatanan kehidupan umat manusia pun telah dengan cepat berubah.

Pantha rhei, semua berubah. Mungkin yang tidak pernah berubah adalah perubahan itu sendiri, begitu kata adegium Yunani kuno, walau masih harus dibuktikan kebenarannya. Tetapi jika adegium itu benar, maka setiap insan harus menyiapkan diri menuju perubahan itu, jika ingin tetap eksis. Karena semakin hari, laju perubahan yang berjalan dengan kencangnya telah memakan banyak korban. Mereka gugur atau jatuh tersungkur karena tak mampu menghadapi perubahan. Ada yang tewas karena tak mampu mengikutinya, ada pula yang gugur karena berusaha menantangnya. Tapi satu yang pasti, nilai-nilai universal harus tetap ditegakkan.

Idealnya perubahan harus menuju kearah yang lebih baik. Suatu progress dari yang terdahulu harus dapat jadi pembaharu, untuk mempersenjatai manusia menjadi semakin mendekati sempurna. Tetapi nyatanya, banyak kasus perubahan justru semakin menghasilkan sesuatu yang lebih buruk dari sebelumnya. Bahkan justru membawa manusia kedalam lubang kehancuran.

Baik atau buruk memang suatu hal yang sulit diukur. Suatu hal yang relativ dan sering menimbulkan konflik dan perdebatan panjang. Tetapi sebagai manusia, kita telah dipersenjatai dengan hikmat dan akal budi. Itulah yang membedakan kita dengan binatang. Walaupun musim berganti, korupsi merupakan sebuah kejahatan. Walaupun tahun berjalan pencurian dan pembunuhan adalah sebuah kesalahan. Dan sampai kiamat, penindasan adalah sebuah pelanggaran.

Perubahan seperti yang telah terurai diatas adalah sebuah hal yang alami dan niscaya akan terus berjalan. Tinggal kita mengarahkan perubahan tersebut agar justru jangan menjadi bumerang dan mencelakakan umat manusia, tetapi menjadi pembaharu yang baik bagi jalannya realitas sejarah kita di bumi ini. Hal ini dapat terjadi jika kita rajin merenung dan lebih mengandalkan nurani kita daripada nafsu dan keinginan semu duniawi kita.

Tapi sayangnya justru disaat ini kita telah mengalami sebuah pergeseran yang benar-benar nyata dari perubahan. Suatu pergesaran yang menjurus ke suatu degradasi nilai, moral dan tatanan kehidupan ini ada bukan lagi didepan mata kita, tapi mungkin sudah merasuk ke lubuk hati sebagian besar dari kita. Perubahan yang sangat cepat ini harus segera dikaji ulang agar dapat berjalan direl yang seharusnya.

Kita dapat melihat bahkan merasakan bagaiman kehidupan kita benar-benar telah dimanjakan oleh berbagai fasilitas yang ada. Kita telah menikmati suatu layanan dari barang-barang dan jasa yang ada disekitar kita. Dan sayangnya kita terlalu terpukau, terpikat bahkan terjebak layaknya kumbang yang menjadi mangsa bunga bangkai.

Kemunculan yang sangat pesat dari berbagai barang-barang dan jasa yang ada disekitar kita ternyata belum dibarengi dengan suatu kebijaksanaan untuk menggunakan hal-hal itu. Barang menjadi lebih penting dari penggunaannya. Hal ini pada akhirnya hanya akan berujung kepada suatu kemalasaan akut yang berpuncak pada suatu penindasan yang semu tapi benar-benar nyata.

Penindasan ini bersifat semu tapi dampaknya sangat nyata karena bahkan lebih kejam daripada penindasan yang terang-terangan. Sejak milenium ke 20, imperialisme telah menjadi suatu barang usang dan sampah yang berbau busuk yang ramai-ramai ingin dikubur oleh semua pihak. Kolonialisme dalam bentuk fisik hampir dikatakan telah berakhir, tetapi belum mati. Justru ia telah berganti kulit, bagai ular yang bereinkarnasi dan muda kembali. Dengan nama baru tapi semboyan lama yaitu penindasan, imperialisme dan kolonialisme telah menjadi setan yang menakutkan yang bergentayangan sepanjang hari. Setan ini menculik jiwa-jiwa manusia dan merubahnya sedemikian rupa hingga menjadi bagai robot Frankenstein. Dan Bung Karno menyebutnya sebagai neo-kolonialisme dan neo imperialisme.

Dengan senjata yang lebih canggih didukung dana yang bergelimpangan, kaum nekolim dan neimprel berusaha untuk merubah struktur masyarakat dalam jangkauan global. Ia telah menembus sekat-sekat tradisional, menyusup masuk ke nilai-nilai konvensional dan menginveksi manusia dimanapun berada. Kapitalisme, yang adalah virus hasil pembiakkan nekolim dan neimprel telah mewabah keseluruh dunia. Dan kini kaum muda yang memang akan menjadi generasi masa depan umat manusia justru secara sukarela menjangkiti diri mereka sendiri dengan virus berbahaya ini.

Kaum muda memang motor perubahan. Dimanapun ia berada ia adalah garda terdepan bagi pembaharuan masyarakatnya. Dan kapitalisme telah berhasil memperbudak sebagian besar anak muda kita untuk jadi pengikutnya. Dengan dikemas semenarik mungkin, kapitalisme telah tampak begitu indah nan cantik. Bahkan beberapa orang memperebutkannya layaknya sebuah sayembara, sedang sebagian lainnya mengharapkannya laiknya anak kecil mengharapkan kado dari sinterklas.

Kaum kapitalis telah menunjukkan kemenangan telak mereka dalam hal memperbudak umat manusia. Berbagai contoh berikut hanyalah sedikit dari sederet kebiadaban yang dilegalkan dan pada akhirnya diimani. Sungguh merupakan ironi dari sebuah perubahan.

  1. Sinetron

Suatu contoh nyata dari perbudakan yang berbahaya tapi sangat digemari ini adalah sinetron. Suatu tayangan yang bersifat striping ini sebenarnya jika dikaji ulang adalah sangat buruk, monoton, murahan, tak mendidik, merusak moral bahkan menjijikan. Suatu kebodohan yang disiarkan sepanjang hari ini ironisnya justru menjadi tontonan wajib masyarakat kita.

Alarm bahaya kita harusnya berbunyi ketika kita melihat tayangan yang jauh dari tataran nilai-nilai dan cenderung eksploitatif ini. Bayangkan jika anak-anak muda dalam usia belia ini dicekoki dengan berbagai permasalahan yang cenderung dibuat-buat. Dengan akting murahan yang hanya mengandalkan tampilan luar(walaupun sebenarnya juga tidak bagus-bagus amat), mereka menginfeksi kita dengan dandanan seronok, gaya bicara khas kebun binatang, pemikiran dangkal dan dungu, serta materi yang kalau tidak berisi kekejaman luar biasa dan kebiadapan diluar nalar, pasti berisi seember tangisan dan semangat juang kelas kacang rebus.

Alur cerita yang kacau dan monoton dari sinetron-sinetron kita benar-benar menyedihkan. Bahkan ada sinetron yang jika diawal episode menampilkan sosok gadis(?) SMA yang tomboy yang menjadi tokoh utama, tiba-tiba kini muncul sosok anak kecil (korban eksploitasi industri televisi kita), yang menjadi sosok utamanya. Ceritanyapun tidak nyambung sama sekali. Bahkan anak kecil yang waras nalarnya akan menganggap ini sebuah kebodohan belaka.

Adapula sinetron yang tiap episodenya dihiasi dengan tangis penuh rasa iba dari tokoh protagonisnya, yang mendayu-dayu dan sebenarnya cukup memuakkan. Kelemah-lembutan yang kelewatan yang pada akhirnya berganti menjadi kemalasan untuk berjuang dan pasrah pada alur cerita, telah muncul berkali-kali menghiasi layar kaca kita. Ironisnya, dalam salah satu penghargaan , artis yang mengandalkan tangisan bayi ini, justru menjadi artis terbaik. Entah apa pertimbangan yang digunakan, yang pasti hal ini sangat menyedihkan. Ini bukti betapa lemahnya kita, dan perjuangan kita hanya sampai pada tahap tangis-menangis.

Para industrialis sinetron ini telah sukses mencetak kaum-kaum sinetronis, yang akan melihat produksi mereka dengan setia. Sampai-sampai ada sinetron yang bertahun-tahun tidak mencapai ending, hingga pemeran utamanya berganti ganti, tetap dinikmati penonton. Durasi sinetronpun luar biasa panjangnya. Bahkan tak puas dengan satu sinetron kaum sinetronis sampai rela memperbudak diri sendiri didepan layar kaca berjam-jam untuk menonton kebodohan tak bermoral ini. Mulai dari sore hingga malam menjelang. Bahkan banyak dari kaum sinetronis ini yang memiliki waktu berkarya dan bekerja lebih sedikit dari waktu menonton mereka. Apa ini bukti bahwa penonton begitu menyedihkan seleranya?

  1. Musik

Musik adalah sebuah keindahan. Sebuah simfoni merdu yang dikombinasi sedemikian rupa hingga menjadi sangat fundamental bagi penikmatnya. Tapi ditangan kapitalis, musik menjadi senjata ampuh penindasan. Sebuah mesin penghasil uang yang bekerja luar biasa hebatnya.

Kemonotonan dunia musik kita sebenarnya sangat parah. Bahkan beberapa pihak sudah mulai curiga hingga ada yang melakukan perlawanan. Tema-tema elegi patah hati, skandal perselingkuhan hingga kepicikan pikiran telah menjangkiti masyarakat kita. Lagu-lagu itupun laris bak kacang goreng. Memang selera tak bisa disalahkan, tapi apakah selera kita sudah sedemikian murahannya hingga bisa menjadikan artis-artis pemusik yang sebenarnya rendah musikalitasnya itu sebagai mega bintang.

Kita telah dicekoki secara paksa oleh musik-musik yang melemahkan seperti itu. Apa kita tak curiga, mengapa para industrialis musik kita hanya menampilkan sosok yang itu-itu juga dengan tema-tema yang lagi-lagi itu juga ditelinga kita. Padahal diluar sana, banyak pemusik yang bermain musik lebih dengan hati. Suatu ketidakadilan kesempatan telah ditunjukkan oleh para penguasa dapur rekaman, maupun blanti-blantik musik kita.

Hal yang patut menarik perhatian kita adalah perkembangan aliran-aliran musik perlawanan kita. Jika mereka sebelumnya menjadi sosok oposisi yang gagah lagi garang, kini mereka tak lebih dari sekedar plagiat yang haus populeritas dan gila ketenaran. Musik mereka telah dimanipulasi, sehingga semangat perlawanannya justru menjadi propoganda dan lahan duit bagi kaum kapitalis. Gaya hidup yang hancur-amburadul tidak karuan, menjadi suatu kebanggaan. Tatanan rambut yang sebenarnya mengandung nilai filosopi tinggi kini tak lebih dari sekedar gaya-gayaan yang ditiru oleh kaum hedonis tanpa belajar artinya. Mereka menggunakannya hanya untuk meraih simpati lawan jenis( atau sejenis) agar dianggap keren. Konser-konser band perlawanan selalu dihiasi dengan tawuran dan kekerasan yang jeleknya justru menjadi kebanggaan. Ketidak normalan menjadi ambisi dan kebodohan serta berpikir pendek menjadi suatu obsesi.

  1. Shopping

Ditangan kaum kapitalis, hal-hal yang rendah mutu dan guna manjadi sangat marketable. Dengan hanya bermodal merk tertentu, sebuah sepatu dapat bernilai puluhan juta rupiah, walau gabungan dari biaya produksi serta iklan dan pajaknya tak sampai sepersepuluhnya. Sebuah tas dengan merk tertentu dan bertuliskan nama negara tertentu sebagai produsennya, menjadi sangat diminati walau mahal harganya serta standat bahannya.

Kegilaan kaum hedonis pada merk adalah sebuah makanan empuk bagi kapitalis. Bermodalkan sedikit kreatifitas, dan mutu yang ala kadarnya, tapi iklan yang gencar dan dasyat, membuat barang itu laris dipasaran. Trend setter dan gaul, menjadi kata-kata andalannya, seakan-akan dunia akan kiamat jika tak memiliki barang tertentu. Menyedihkan sekaligus membingungkan karena banyak kaum menengah kebawah yang terjangkiti penyakit seperti ini. Gejalanya adalah mereka tak akan diam membelanjakan uangnya jika majalah-majalah, televisi dan radio-radio kapitalis mengatakan kalau barang itu adalah suatu mode terkini. Kaum menengah kebawah ini, yang telah tereduksi dengan pemikiran yang mubazir ini tak jarang menggadaikan hidupnya untuk ikut kompetisi kaum hedonis dalam mencari kebahagiaan yang tak lebih dari fatamorgana ini.

Kaum muda yang harusnya penuh militansi dan berjiwa kritis, banyak juga yang terjangkiti wabah laknat ini. Bahkan beberapa justru menjadi agen kampanye tidak berguna ini.

Pengepungan yang dilakukan oleh kaum industrialis kapitalis ini bagai penyakit menular, yang sangat sulit disembuhkan. Bukan karena tidak ada obatnya, tetapi karena si pasien telah telelap dengan penyakitnya.

Barang-barang impor yang membajiri negara kita inipun sebenarnya juga banyak yang tak layak pakai. Berapa kali kita dengar jika barang-barang ini berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan.

Sebenarnya selain menyerang sudut ekonomi, para penindas itu juga mengincar kesehatan kita , terlebih mental kita. Kita harus insaf, jika memang kita telah ada dijalan konsumerisme ini. Pertama tanggalkan, lalu tinggalkan. Tumbuhkan jiwa mandiri. Keraskan etos kerja kita. Kembangkan kepercayaan diri kita.

Konsumerisme bukan merupakan kebutuhan hidup tapi adalah sebuah pilihan hidup yang pasti membawa konsekuensi yang kita semua sudah tahu apa itu. Belilah sesuatu secara selektif dan bijaksana.

Memelihara konsumerisme berarti pula memelihara jamur yang akan menggerogoti kebahagiaan kita cepat atau lambat.

Diatas adalah sekelumit contoh yang bisa menggambarkan penjajahan dalam bentuk baru. Suatu konspirasi tingkat tinggi mungkin perlu dijadikan tersangka. Tapi yang lebih penting dari itu adalah usaha kita untuk merebut kemerdekaan kita. Suatu kemerdekaan yang penuh kedaulatan tanpa penindasan dan penekanan. Ini butuh sebuah perjuangan ekstra keras yang memeras keringat, tapi sangat mengasyikkan bila dilakukan.

Pembebas sejati adalah diri kita sendiri. Baik bila kita ingin menjadi el libertadore bagi masyrakat kita, tapi alangkah lebih baik lagi jika kita mencoba terlebih dahulu membebaskan diri kita sendiri. Mulai dari kecil,mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang.

Api perlawanan terhadap kaum kapitalis kita akan berusaha dipadamkan baik oleh kaum kapitalis maupun oleh diri kita sendiri. Spirit untuk terus berjuang dan berusaha harus terus dipelihara. Jangan kita menyerah ditengah jalan.

Perubahan harus menuju kearah yang lebih baik. Dan kita harus berusaha mati-matian untuk mengembalikan arah perjalanan bangsa kita. Jangan sampai kita berubah menjadi bangsa pengemis sepenuhnya yang berarti kita kembali pada kubangan penjajahan.

Perubahan dan pembaharuan harus dilakukan sedini mungkin sebelum rantai baja dari penjajahan para nekolim dan neimprel itu merantai setiap bagian dari bangsa ini sepenuhnya. Rantai ini harus dipatahkan dan dihancurkan. Tanggalkan dan tinggalkan.

Untuk melakukan perubahan dan pembaharuan itu ada baiknya jika kita telah dipersenjatai oleh konsep-konsep dan idealisme yang baik pula. Tapi jangan sampai kita berhenti pada tataran ideologi lalu melakukan perdebatan melelahkan dan tiada faedahnya. Konsep apapun jika tidak ada usaha untuk mempraksiskannya, adalah tak lebih dari sebuah sampah yang lebih baik dibakar saja.

Akhirnya kita akan sampai pada tahap akhir dari sebuah perjuangan. Sebuah perjuangan sehebat apapun itu, tak akan pernah jadi kenyaataan jika tak seizin Sang Pengusa Jagat. Adalah sesuatu hal yang baik jika kita meminta restuNya untuk melaksanakan pembebasan ini. Tapi jangan kita hanya diam berharap. Karena Sang Penguasa Jagat tak akan pernah merubah nasib seseorang tanpa orang itu berusaha mengubah nasibnya sendiri. Ora et Labora. Perjuangan pembebasan harus melingkupi praktek dan pengharapan kuasaNya.

Igne Natura Renovatour Integra.

Magelang, 9 September 2008

Guritno Adi Siswoko

THE MAGELANG JOKE POST volume 1

THE MAGELANG JOKE POST

WHEN LITTLE THINGS BECOME NEWS


Launching The Joke Post

London-Bertepatan dengan tahun baru 2009 kemarin, telah diadakan launching The Joke Post, di gedung Parlemen Inggris.

Acara yang dimeriahkan oleh sederetan artis terkenal seperti Paris Hilton, Bono, Axl Rose, Michael Jakson, Rancid, Drew Barrymore, Joss Stone, Lindsay Lohan dan sederet bintang lainnya itu mendapat sorotan dari berbagai media di seluruh dunia.

Selain dimeriahkan oleh artis-artis dunia, hadir pula Nelson Mandela, Barrack Obama, Ahmadinejad, Simon Perez, Hugo Chavez dan Dita Indah Sari.

Eno Rock selaku Pemimpin Redaksi berharap, dengan hadirnya The Joke Post ini mampu meneriakan isyu-isyu lokal dan membendung berita-berita dari media yang cenderung tendensius dan penuh kepentingan. Ia sadar mini-korannya ini bakal mendapat tantangan luar biasa, terutama dari media cetak yang iri akan keberanian dari The Joke Post.(EN)

Magelang Mulai Dibanjiri Bendera Parpol

Magelang-Menjelang Pemilu April mendatang, magelang mulai ramai dengan bendera dan atribut parpol dan para caleg.

Di berbagai sudut kota dapat dengan mudah ditemui atribut, bendera dan baliho dari berbagai parpol. Mulai dari parpol besar seperti PDIP, GOLKAR, PKB hingga partai-partai antah berantah lainnya.

Ucik, seorang ibu rumah tangga mengaku muak dengan hal ini. “Daripada buat masang begituan, lebih baik untuk sembako murah”, katanya. Bahkan ia pernah marah dengan seorang yang seenaknya memasang sebuah bendera parpol ditiang jemuran rumahnya.

Lain halnya dengan Cecep. Tukang becak yang biasa mangkal di Badaan ini mengaku cukup senang dengan hajatan Pemilu ini. Ia mengaku kecipratan Rupiah dari para jurkam. “Bagi saya sering-sering aja pak kayak gini”, ujarnya polos.bagian depan becaknya terpampang gambar Si Moncong Putih, sedang di belakangnya terdapat bendera PPP. Saat diwawancarai, ia sendiri memakai kaus Demokrat dan topi begambar Prabowo Subianto.

Sedang menurut Jakob Anwar, seorang pengamat politik kawakan Magelang, menilai fenomena ini wajar-wajar saja. Bahkan menurutnya pemilu kali ini lebih sepi daripada pemilu-pemilu sebelumnya. Ia mengatakan rakyat lebih memilih memikirkan kehidupan keluarganya daripada kampanye-kampanye yang hiperbolis. Ia sendiri binggung dengan nama-nama parpol. Ia lebih hafal dengan Inul, Dewi Persik, Nita Thalia, Uut Permatasari, dan biduan dangdut lainnya dari pada parpol-parpol yang ikut pemilu 2009.

Pertanyaannya, apakah parpol masih membutuhkan rakyat ketika pemilu usai? Tanya Kenapa (EN)

Pembunuhan di Wisma Marhaenis

Magelang-Telah terjadi pembunuhan di wisma Marhaenis, Dumpoh, Magelang. Peristiwa yang cukup menggemparkan warga wisma ini diperkirakan terjadi antara pukul 10.00 hingga 10.30, Rabu pagi, sehari sebelum tahun baru.

Eno, salah seorang saksi mata menuturkan jika pembunuhan itu dilakukan oleh seorang pria berusia dua puluh tahunan sebut saja Agus. Menurut Eno, saat itu dia melihat Agus keluar dari sebuah kamar. Dengan maksud basa-basi ia menanyakan tentang Coki kepada Agus. Dengan enteng Agus berkata,”itu baru dibunuh.” Lalu tiba-tiba dari kamar muncul teman Agus, sebut saja Giman. Dia menenteng mayat Coki yang masih terjerat sebuah ikat pinggang hitam dilehernya.

Diduga korban dibunuh dengan cara dijerat lehernya oleh kedua pelaku. Tampak wajah Coki yang membiru serta seluruh tubuhnya terbujur kaku. Pada beberapa bagian tubuh korban juga ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik seperti memar-memar pada bagian perut dan lebam pada bagian wajahnya.

Seusai membunuh Coki, Agus lalu pergi keluar untuk mencari kayu bakar. Setelah terkumpul ia lalu membuat semacam api unggun. Kemudian dengan api unggun itu, Agus dibantu Giman memanggang mayat Coki. Tindakan biadab itu dilakukan Agus cs didepan teras kamar mandi di wisma tersebut, yang menjadi tontonan oleh semua penghuni wisma.

Duljoni, salah seorang penghuni wisma yang juga teman Agus menyesalkan perbuatan tersebut. Menurut Duljoni sehari-hari Agus dan Coki sangat akrab, bahkan sudah seperti saudara.

Sedang menurut pengakuan Agus, ia terpaksa melakukan hal itu karena jengkel dengan ulah korban yang sering menggigiti jari kakinya. Memang Coki sering menggigiti jari kaki Agus dan penghuni wisma yang lain. Bahkan ia sering pula menggondol sandal para penghuni wisma tersebut.

Rencananya mayat Coki akan dimasak dengan bumbu rica-rica. “Lumayan untuk tahun baru nanti malam, “ ujar Agus. (EN)

Mereka yang Melewatkan Tahun Baru dengan Bekerja

Magelang-Malam tahun baru adalah salah satu momen yang paling ditunggu oleh semua orang. Ada yang merayakannya bersama keluarga, kekasih atau teman-teman. Berbagai acarapun disusun jauh-jauh hari. Ada yang merencanakan liburan keluar kota, berjalan-jalan atau sekedar makan malam. Tapi tahukah anda bahwa ada beberapa orang yang harus rela “merayakan” tahun baru dengan tetap bekerja?

Kristian, seorang perawat di salah satu rumah sakit di Magelang harus rela merayakan tahun baru dengan tetap bekerja di bangsalnya. Ia mengaku sedang sial sehingga mendapat jadwal tugas jaga malam pada malam tahun baru kemarin.

Begitu pula Anik, seorang pembantu rumah tangga di sebuah rumah di kawasan Wates, Magelang. Ia hanya menikmati gemerlapnya perayaan malam tahun baru dari bunyi kembang api yang terdengar dari alun-alun di kamarnya. Maklum, ia harus menjalankan tugasnya dirumah majikannya hingga malam karena banyak saudara majikannya yang datang dari jauh. Ia hanya mampu mencuri secuil gegap gempita malam tahun baru lewat suara-suara petasan dan arakan anak-anak yang lewat didepan rumah majikannya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh penulis sekaligus editor dari The Joke Post ini. Dituntut oleh tanggung jawab untuk memberitakan informasi kepada para pembaca, penulis rela merayakan malam yang hanya setahun sekali ini didepan komputer. Walau masih sangat muda, tapi penulis merasa penyusunan zine alternatif ini sangat penting demi menyelamatkan para pembaca dari media massa yang hampir semuanya monoton, tendensius dan berakar pada kepentingan semata.

Itulah sebagian dari mereka yang melewatkan malam pergantian tahun dengan tetap setia pada profesi masing-masing. Tapi mereka juga mempunyai harapan yang kurang lebih sama, agar ditahun 2009 ini, kehidupan menjadi lebih baik. (EN)

“MP On The Last Nite” batal digelar

Magelang-Acara MP On The Last Nite yang rencananya digelar pada malam tahun baru di halaman UTM kemarin batal dilaksanakan. Hal ini jelas menimbulkan kekecewaan dari berbagai pihak.

Bagas, selaku salah seorang panitia acara mengaku jika masalah pendanaan adalah faktor utama kegagalan acara itu. Hingga sehari menjelang hari pelaksanaan tidak ada kepastian suntikan dana dari pihak donatur, sehingga ia terpaksa membatalkan acara itu.

Billy Joe Armstrong, vokalis Greenday, juga mengaku kecewa. Padahal katanya grup bandnya yang rencananya bakal menjadi salah satu pengisi acara, telah menyiapkan aksi khusus demi acara akbar itu. “Rencananya saya akan menyanyi sambil memakai baju kebaya dan menari kubro”, lanjut dedengkot Greenday tersebut. Selain Greenday acara itu juga dimeriahkan oleh Simple Plan, Rancid, Black Eyed Peass, Norah Jones, Joss Stone, dan Trio Macan.

Kekecewaan pastinya dialami oleh para calon penonton. Djumadi, seorang calon penonton acara itu bahkan mengaku telah menunda resepsi pernikahannya demi acara itu.

Untuk sedikit mengobati kekecewaan penonton, rencananya panitia akan mengadakan acara serupa sekitar pertengahan Januari. Ia menjanjikan semua artis yang rencananya terlibat dalam MP On The Last Nite juga akan ikut memeriahkan acara itu.

Bahkan menurutnya acara itu akan dimeriahkan oleh atraksi memukau dari para punggawa Merpati Putih. Berbagai atraksi akan dipersembahkan oleh para siswa perguruan berlambang merpati terbang itu.

Diantara atraksi tersebut adalah merobohkan gedung rektorat, mengangkat mobil kampus dengan satu tangan dan membuangnya ke sungai, memanjat tower UTM Radio dan memecahkan semua kaca audit Untid dengan hanya satu tiupan. Dengan ini diharapkan mampu mengobati dahaga warga Magelang yang haus hiburan bermutu. (EN)

Tahun Baru di Magelang Aman dari Kerusuhan

Magelang-Malam tahun baru yang dipusatkan di alun-alun kota Magelang berlangsung aman dan tertib. Acara yang berlangsung dari sore hingga menjelang pagi itu tercatat tanpa insiden yang berarti.

Itu tak lain karena kepoisian kota Magelang benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya dengan sungguh-sungguh. Kinerja korps bhayangkara ini patut diacungi jempol.

Tapi yang paling mendapat penghargaan adalah kesadaran dan inisiatif dari warga kota Magelang yang benar-benar mampu menjaga dan mensukseskan acara itu.

Seperti diketahui alun-alun yang tiap tahunnya menjadi pusat perayaan malam tahun baru ini, mendapat pengamanan ekstra. Bahkan pada siang harinya, alun alun sudah disterilkan oleh polisi. Dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, aparatpun disebar untuk memantau acara puncak pergantian tahun itu.

Dan sebagai puncaknya, dinyalakan kembang api menandakan berakhirnya tahun 2008 dan dimulainya tahun yang baru. Atraksi kembang api itu cukup memukau pengunjung. Selain kembang api, juga ditontonkan berbagai pertunjukan musik dari band-band lokal.

Walau begitu ada beberapa warga Magelang yang sengaja tidak melewatkan acara puncak tahun baru itu di alun-alun. Bowo, seorang warga yang berprofesi sebagai tukang pijat misalnya. Ia mengaku lebih suka melewatkan acara tutup tahun itu dengan berdoa bersama dengan komunitasnya sesama tukang pijat. Menurutnya acara yang ia adakan jauh lebih bermanfaat dan bermakna .

Memang dalam merayakan tutup tahun, dapat kita lakukan dengan berbagai bentuk. Tapi satu yang harus direnungkan adalah kita harus selalu bersyukur mengingat kita masih bisa merayakan malam tahun baru tanpa desingan peluru dan rudal, tidak seperti kawan-kawan kita di Palestina dan Israel. (EN)

Israel Terus Gempur Jalur Gaza

Internasional-Israel terus serbu Jalur Gaza dan sekitarnya. Tampak rudal-rudal dari pesawat tempur militer negeri Yahudi itu terus menghancurkan bangunan-bangunan yang ditengarai sebagai gudang senjata kelompok Hamas.

Hingga hari ke enam ini, dilaporkan serangan militer itu telah menewaskan sekitar empat ratus orang. Dan tak sedikit dari korban adalah wanita dan anak-anak.

Otoritas Israel mengatakan bahwa pihaknya tak akan menghentikan serangan dalam beberapa hari terdekat ini. Menurutnya menghentikan serangan pada saat ini sama saja dengan memberi peluang bagi Hamas untuk menyerang Israel.

Sedang dari pihak Hamas dilaporkan bahwa mereka siap melakukan gencatan senjata asal semua militer Israel ditarik dari Jalur Gaza. Tapi Hamas juga mengatakan bahwa pihaknya siap melakukan perlawanan “terbaiknya”.

Diberbagai belahan dunia, muncul berbagai reaksi atas agresi militer Israel ini. Dan seperti biasa selalu ada acara pembakaran dan perobekan bendera dan simbol-simbol dari negeri Ibrani itu. Tetapi seperti biasa pula, Israel tetap bergeming.

Dari berbagi sumber tercatat lebih dari empat ratus orang tewas warga tewas dalam serangan itu.sedang ratusan lainnya menderita cedera. Hal ini dikhawatirkan akan semakin memburuk mengingat Israel belum menunjukkan tanda-tanda akan menghentikan serangannya.

Selain warga Palestina, warga Israelpun banyak yang jadi korban serangan-serangan Hamas. Seperti diketahui sebelumnya, ribuan roket Hamas membombardir warga yang tinggal dipemukiman Yahudi diperbatasan Israel dan Jalur Gaza yang dikuasai Hamas. Banyak rumah-rumah dan perkantoran pemukim Yahudi luluh lantak akibat roket-roket dari Hamas. (EN)

Demonstrasi Kutuk Agresi Israel

Nasional-Beragam reaksi bermunculan menanggapi agresi militer Israel terhadap Palestina. Dari Jakarta dilaporkan puluhan ribu massa dari Partai Keadilan Sejahtera melakukan demonstrasi kutuk serangan Israel itu. Tampak ditengah para demonstran, para petinggi PKS. Massa menuntut agar militer Yahudi segera keluar dari jalur Gaza.

Selain dari simpatisan PKS, Jakarta juga diwarnai demonstrasi yang dipelopori oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Tuntutan KAMMI juga persis seperti yang diminta oleh massa PKS. Demonstrasi serupa juga digelar diberbagai daerah seperti Surabaya, Surakarta, Jogjakarta, Makassar dan berbagai kota lainnya. Selain mengutuk gempuran Israel kepada Palestina, mereka juga menggalang dana kemanusiaan bagi para korban rakyat Palestina.

Selain itu beberapa ormas juga membuka posko bagi pengiriman relawan yang akan berjuang di Palestina. Dibeberapa daerah seperti Jakarta, Banten, Surabaya, dan Surakarta, Front Pembela Islam (FPI) membuka posko-posko bagi para Mujahiddin yang katanya akan dikirim ke Palestina. Menurut FPI, hal ini sebagai wujud solidaritas bagi bangsa Palestina yang terzalimi oleh Israel.

Tetapi menurut menteri Agama, Maftuh Basyumi, pengiriman sukarelawan untuk berjihad di Palestina tidaklah mudah. Banyak hal yang harus dipersiapkan untuk itu.

Sedang organisasi kesehatan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) dikabarkan telah menyiapkan bantuan untuk korban perang di Palestina.

Mereka siap diberangkatkan dan bergabung dengan misi kemanusiaan lainnya yang telah terlebih dahulu ada di Palestina. Ini adalah bentuk nyata dan konkret dalam bentuk bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina.

Perserikatan Bangsa-Bangsa sendiri gagal merumuskan sebuah resolusi dalam kasus agresi ini. (EN)